Baqir Ash Shadr PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 21:09

baqirMuhammad Baqir As-Sayyid Haidar Ibn Ismail Ash-Shadr, seorang sarjana, ulama, guru dan tokoh politik, lahir di Kazimain, Baghdad, Irak pada 25 DzulQaidah 1353H/1 Maret 1935 M dari keluarga religius. Pada usia empat tahun, Muhammad Baqir Ash-Shadr kehilangan ayahnya, dan kemudian diasuh oleh ibunya yang religius dan kakak laki-lakinya, Ismail, yang juga seorang mujtahid kenamaan di Irak.

Muhammad Baqir Ash-Shadr menunjukkan tanda-tanda kejeniusan sejak usia kanak-kanak. Pada usia sepuluh tahun, beliau berceramah tentang sejarah Islam, dan juga tentang beberapa aspek lain tentang kultur Islam. Beliau mampu menangkap isu-isu teologis yang sulit dan bahkan tanpa bantuan seorang guru pun. Ketika usia sebelas tahun, beliau mengambil studi logika, dan menulis sebuah buku yang mengkritik para filosof.
Pada usia tiga belas tahun, kakaknya mengajarkan kepadanya 'Ushul 'ilm al-fiqh (asas-asas ilmu tentang prinsip-prinsip hukum Islam yang terdiri atas Al-Qur'an, Hadis, Ijma' dan Qiyas). Pada usia sekitar enam belas tahun, beliau pergi ke Najaf untuk menuntut pendidikan yang lebih baik dalam berbagai cabang ilmu-ilmu Islami. Sekitar empat tahun kemudian, beliau menulis sebuah ensiklopedi tentang 'Ushul, Ghayat Al-Fikr fi Al-'Ushul (pemikiran puncak dalam 'Ushul). Muhammad Baqir Ash-Shadr menjadi seorang mujtahid pada usia tiga puluh tahun.

 

Karya-karya Beliau:

Sadr menerbitkan studi pertama filosofis, Falsafatuna (Filosofi kami; 1959), 13 kritik komunisme, sekolah pemikiran materialis, dan materialisme dialektika, di mana Sadr berpendapat, bahwa komunisme terlalu memiliki banyak kelemahan dan kekurangan untuk dianggap sebagai kebenaran terakhir bagi umat manusia. Dan itu tidak bisa menjadi jawaban pada permasalahan masyarakat karena asumsi dasarnya adalah palsu. Tulisan yang lain, Iqtisaduna (Ekonomi kami; 1961), mengkritik teori ekonomi komunisme dan kapitalisme dan memperkenalkan teori ekonomi politik Islam dalam upaya untuk melawan argumen dengan sekularis dan komunis bahwa Islam bukan tidak memiliki solusi untuk masalah-masalah manusia modern. Gagasan utama Sadr dalam Iqtisaduna adalah menunjukkan bahwa Islam prihatin dengan kesejahteraan ekonomi manusia. Prestasi besar dalam gagasan intelektualnya  adalah formulasi tentang doktrin ekonomi Islam yang didasarkan pada hukum Islam, dan beliaulah  orang yang pertama kali merumuskan gagasan tersebut.


(Oleh : Arini )

Last Updated on Monday, 13 February 2012 15:46
 

Contact Us

Forum Studi Ekonomi Islam
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Telp.: 08562900270 (Presiden ForSEI)
Email: forsei_uinsuka@yahoo.com
Group: groups.yahoo.com/group/forsei_uinsuka 
Website: www.forsei.org

Statistik

Members : 101
Content : 22
Web Links : 3
Content View Hits : 5381

Login Form

Register

*
*
*
*
*

Fields marked with an asterisk (*) are required.