|
A. PENDAHULUAN
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kepada kita limpahan nikmat dan karunia sehingga kita masih diberi kesempatan untuk memperjuangkan visi Islam yakni mewujudkan kesejahteraan manusia sesuai dengan maqosidu syari’ah, shalawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW yang telah memberi pencerahan bagi seluruh manusia.
ForSEI sebagai forum studi keilmuan di UIN Sunan KalijagaYogyakarta bertujuan agar anggota yang berada didalamnya mamiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai ekonomi islam disbanding dari yang lainnya, dan juga pelaksanaan alih informasi diantara mereka. Selain itu ForSEI diharapkan menjadi lokomotif bagi perkembangan ekonomi Islami dikalangan akademisi almamater dan juga pihak-pihak luar sehingga eksistensi ekonomi Islam pada umumnya dan eksistensi ForSEI pada khususnya dapat diakui di Indonesia.
Dalam perjalanannya tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada kelemahan-kelemahan pada tubuh FOrSEI, sehingga proses pendewasaan organisasi harus terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga visi dan misi ForSEI dapat tercapai, dan pemenuhan harapan setiap anggota-anggota dapat terpenuhi, karena fungsi pokok organisasi adalah pemberdayaan anggota.
Musyawarah besar ( MUBES) ForSEI terdahulu telah menetapkan dasar-dasar organisasi berupa GBHK dan Blue Print ForSEI, yang menandai perubahan ForSEI dari paguyuban menuju patembayan. Hal ini diperkuat dengan diangkatnya presiden ForSEI baru scara demokratis melalui mekanisme resmi Musyawarah Besar (MUBES) ForSEI sehingga ketua mempunyai legitimasi yang kuat dari anggota-anggota FOrSEI untuk menjalankan roda organisasi selama satu periode kepengurusan, pada kepengurusan ini dititik beratkan pada stabilisasi organisasi yang ditandai dengan program-program yang ditetapkan berjalan dengan baik. Hal ini didasarkan pada interpretasi Blue Print dalam kepengurusan tiga tahun pertama adalah penguatan organisasi.
Musyawarah Besar (MUBES) VI kali merupakan penyempurnaan dasar organisasi yang mengacu pada Blue Print ForSEI yang telah ditetapkan pada Musyawarah Besar (MUBES) I terdahulu. Interpretasi blue print kedua adalah penguatan struktural dan cultural, sehingga diharapkan pemenuhan terhadap Blue Print dan visi misi ForSEI dapat tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan pola gerak dan kerja sesuai dengan fase ini sehingga pada pemberdayaan anggota menjadi sebuah keniscayaan dan harus terlaksana dengan maksimal.
B. DASAR PEMBENTUKAN
Ketiga kalangan sosialis dan kapitalis di Dunia belum sanggup menjawab permasalahan ekonomi yang begitu kompleks. Ekonomi Islam hadir sebagai pioneer bagi berkembangnya suatu system perekonomian yang berkeadilan dan berkesejahteraan. Dalam perjalananya ditemukan berbagai hal yang cukup mengembirakan diantaranya adalah preferensi masyarakat yang cukup baik terhadap sistem perekonomian bebas ribawi ini. Seiring dengan hal tersebut, didirikanlah berbagai lembaga keuangan dengan berbagai produknya yang berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, terdapat sebuah korelasi yang cukup siknifikan terhadap kebutuhan Sumber Daya Insani (SDI) yang memadai, melalui pengadaan fakultas-fakultas, jurusan-jurusan maupun program studi yang berbasis pada kopentansi Ekonomi Islam, termasuk di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu program studi Keuangan Islam (KUI). Namun demikian, dalam prosesnya ditemui berbagai ketidak puasan terhadap system yang diterapkan Universitas, hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti belum adanya kurikilum yang baku dan lain sebagainya. Hal ini menuntut mahasiswa untuk pro aktif dalam menyikapinya demi mengimbangi perkembangna Ekonomi Islam yang sangat pesat.
Klimaksnya, pada tanggal 07 April 2002 didirikanlah Forum Studi Ekonomi Islam (ForSEI) yang diharapkan dapat menjadi wahana dakwah, ukhuwah dan ilmiah sebagai konpensasi hal tersebut diatas.
C. KONDISI OBYEKTIF ORGANISASI
Kondisi obyektif ForSEI dapat tergambar dari pola kerja dan kondisi kepengurusan ForSEI pada periode 2007-2008 dan keadaan lingkungan yang melingkupinya. Pada masa kepengurusan periode tersebut telihat program-program telah berjalan namun perlu diakui masih belum maksimalnya pelaksanaan dan prosesnya hal ini dikarenakan dari sempitnya waktu persiapan dalam pelaksanaan program tersebut, dan kondisi kepanitiaan atau penanggung jawab yang belum sepenuhnya paham dan mengerti peran dan tugas dalam menjalankan tugasnya
Sesungguhnya dengan telah bertambahnya anggota ForSEI melalui proses dan pola kaderisasi yang terdapat dalam organisasi yakni FBE (ForSEI Basic Education) manyimpan potensi yang luar biasa. Akan tetapi hal ini belum tergarap dengan baik dan maksimal mengingat masih banyaknya program-program ForSEI yang menyita waktu dan tenaga dengan hasil atau output yang minim bagi pemberdayaan anggota. Jika hal ini dibiarkan saja tanpa adanya penyelesaian yang komprehensif dan luwes akan menjadi kendala serius bagi kelangsungan hidup organisasi
Disisi lain ForSEI telah mempunyai bentuk dan kultur organisasi yang sesuai dengan visi misi ForSEI itu sendiri. Hal ini ditandai dengan dasar-dasar organisasi yang terimplementasikan pada program-program ForSEI yaitu ditandai dengan kajian rutin yang berjalan dengan baik, pola kaderisasi yang sudah terbentuk dan program-program lain yang mulai mampunyai bentuknya sendiri semua itu tidak lain adalah demi bagaimana memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota.
D. STRATEGI PENGEMBANGAN ORNANISASI
Pada sub bab ini akan dipaparkan dua strategi pengembangan yakni internal dan eksternal.
1. Pengembangan internal
a. Peningkatan forum-forum kajian yang sustainable
b. Mendorong dan memfasilitasi anggota untuk melakukan penelitian dan penulisan ekonomi islam
c. Peningkatan keislaman para anggota
d. Maningkatkan kesadaran kader dalam menggunakan produk halalan thayiban.
e. Mendorong minat baca anggota
f. Menyempurnakan mekanisme dan sistem kelembagaan
g. Melakukan kagiatan penelitian untuk meningkatkan kemampuan praktis anggota
h. Meningkatkan kualitas diskusi
i. Menyempurnakan pola kaderisasi
j.
2. Pengembangan eksternal
a. Mengirimkan delegasi dalam forum-forum kajian ekonomi islam
b. Memperkuat ukhuwah dengan lembaga-lembaga lain baik dengan KSEI lain maupun non KSEI
c. Membangun hubungan yang harmonis dengan stake holder ForSEI
d. Mensosialisasikan ForSEI baik secara lembaga maupun personal
Mengembangkan jaringan secara lebih luas
|